Kartun Jepang

Niat saya untuk menghidupkan kembali blog ini seperti yang saya katakan pada postingan sebelumnya ternyata tidak kesampaian, mungkin karena saya ternyata masih kecanduan facebook dan menulis status disana setiap hari seperti saya menulis postingan di blog, meskipun saya tahu bahwa tulisan saya di facebook tidak akan tampil lama di wall karena akan cepat tertumpuk oleh tulisan status milik orang lain, beda dengan di blog yg akan terpampang selamanya dan bisa diakses ulang melalui link yang ada.

statistic_blog_mercinova_daily_small

Oya, tadi saya iseng-iseng lihat statistik dari blog.mercinova.com ini dan menemukan bahwa pengunjung blog ini rata-rata 83 orang per harinya, wow sebuah angka yang lumayan untuk sebuah blog yang terbengkalai, ternyata pengunjung blog ini terbanyak adalah yang mencari informasi tentang kartun jepang, wow (lagi) ternyata penggemar kartun jepang banyak yang kesasar disini, meskipun blog ini tidak saya maksudkan khusus untuk membahas kartun jepang, mungkin karena banyak postingan saya yang tentang kartun jepang disini, ya iya lah, saya kan termasuk penggemar kartun jepang pula meskipun tidak terlalu maniak :)

search_blog_mercinova

Omong-omong tentang kartun jepang, setelah saya membahas tentang Kaleido-Star, Voltus-V, Digi-Charat dan The Melancholy of Haruhi Suzumiya di postingan terdahulu, berikutnya kartun jepang apalagi yang saya tonton?

Setelah saya menemukan video parodi si Haruhi beraksi di lagu pembukaannya Lucky Star dan sebaliknya Konata beraksi di lagu pembukaannya Haruhi, saya jadi tertarik untuk menonton kartun Lucky Star,

lucky-star-00

dimana ternyata pengisi suara Konata Izumi adalah sama dengan yang mengisi suara Haruhi Suzumiya yaitu Aya Hirano, dan ternyatanya lagi wajah si Aya ternyata mirip dengan wajahnya Konata dengan tahi lalat di bawah mata kirinya.

aya_konata

Hmm… kartun Lucky Star ini isinya kebanyakan adalah percakapan antar para tokohnya, sesuai dengan komiknya yang berupa potongan percakapan lucu yang selesai dalam 4 kotak adegan (four panel comic).

Di Kartunnya banyak sekali dimasukkan hal-hal dari kartun lain terutama dari kartun Haruhi, dimana pembuat kartun ini adalah perusahaan yang sama yang membuat kartun Haruhi, saya sendiri tidak tahu apakah di komiknya juga seperti itu, karena saya cuma bisa mendapatkan komik Lucky Star sampai Episode 25 saja… (T_T)

Full Metal Panic!
Full Metal Panic!

Dari Lucky Star saya mengenal kartun Full Metal Panic, gara-garanya di salah satu ending Lucky Star si Konata menyanyikan lagu tema Full Metal Panic dengan gaya sok di-dewasa-dewasakan.
Dan jadinya saya tertarik untuk menonton kartun Full Metal Panic dan membaca komiknya, sebuah cerita lucu kehidupan anak SMA si Chidori yang selalu dikawal oleh Sousuke yang seorang agen dinas rahasia yang menyamar jadi murid SMA. Ceritanya unik dimana keluguan (atau kekuperan) si Sousuke yang selalu bertindak berlebihan dalam melindungi Chidori, sehingga membuat masa SMA Chidori jadi berantakan.

versi Konata

versi asli

Oya saya juga sudah nonton kartun sesi kedua dari The Melancholy of Haruhi Suzumiya, yang ceritanya lebih banyak tentang proses pembuat video Petualangan Cinta Mikuru, dimana Haruri bisa membuat mata Mikuru mengeluarkan berbagai macam senjata mematikan dimana selalu dapat diatasi oleh Nagato dengan menyuntikkan mesin nano ke dalam tubuh Mikuru dengan cara mengigitnya (Mikuru yang malang).

haruhi2op-520

Meskipun banyak yang sebal oleh episode Endless Eight yang menceritakan adegan yang sama berulang-ulang, saya tetap suka film kartun ini, dan sedang mencari film berikutnya yaitu The Disappearance of Haruhi Suzumiya yang dibuat dalam bentuk movie, ada yang tahu dimana mendapatkannya?

Update:
Saya sudah dapat film The Disappearance of Haruhi Suzumiya yang versi Low Quality (Camrip), Hmm… Very complicated story, tidak disangka ternyata si “Dia” berani melakukan hal itu, cuma pada bagian akhir ada adegan yg masih misteri yaitu siapa yang mengambil alih pistolnya? Dan kenapa ada dua Mikuru? Hmmm…

Dan setelah saya mendapatkan lagu-lagu soundtrack dari Lucky Star, saya menemukan bahwa lagunya Tsusaka yang berjudul Ne Tou ge de Reset! dinyanyikan juga oleh Miku Hatsune. Dan gara-gara saya menemukan versi remix dari lagu ini yang digabung dengan lagu ending dari Tora Dora maka saya jadi tertarik untuk menngetahui lebih lanjut tentang Tora Dora.

lagu Ne Tou ge de Reset! versi Tsukasa

Lagu Ending kedua Tora Dora

Versi Remix kedua lagu

Versi Miku Hatsune

Untuk Tora Dora saya belum nonton dan baru rencana akan mencarinya, penasaran juga bagaimana kelakuan Taiga Aisaka alias Palmtop Tiger alias Macan sebesar telapak tangan itu beraksi dalam kartun yang tampaknya menarik ini.

toradora

Update:

Saya sudah nonton Toradora, arrghh… ini film bikin saya tertawa, sedih, terharu dan bahagia… What a beautiful story… apalagi yg cerita malam natal… waaahhh… hancur hatiku… (*tisu, mana tisu*).

Please don't cry Taiga...

Voltus V

 

Voltus lima sahabat kita semua
Robot Voltus beserta lima anggota tim.

Catatan: Postingan tentang Voltus ini saya tulis tahun 2008 jadi isinya sudah tidak sesuai dangan masa kini lagi, dan tulisan ini akan tetap saya pertahankan sebagai kenang-kenangan masa lalu.
Oya, update link ada di bagian bawah tulisan.

Aha… setelah duapuluh tahun lebih (hampir 30 tahun) akhirnya film kartun “Voltus V” disiarkan di TV Indonesia yaitu GlobalTV, setahu saya sih begitu sejak pertama kali nonton anime ini lewat Kaset Video Betamax yang disewakan oleh Bapak saya sewaktu saya masih SD sekitar kelas 5 tahun 1982an, saya belum pernah lihat anime ini ditayangkan di TV Indonesia, tolong dikoreksi kalau saya salah (samar-samar ingat kalau jaman dulu sekali TVRI pernah memutar film kartun ngetop Jepang tapi saya nggak ingat judulnya).

Meskipun saya sudah punya seluruh file filmnya yang saya download dari internet menggunakan torrent (versi Bahasa Jepang dengan teks terjemahan Bahasa Inggris), tapi saya penasaran juga untuk menonton bagaimana jadinya film kartun ini saat diputar di TV dengan dubbing Bahasa Indonesianya. Dan ternyata tidak mengecewakan dimana dubingannya terasa pas dengan karakter masing-masing tokohnya, meskipun ada yang suaranya mirip tokoh dari film kartun “Detektif Conan” (mungkin si penyulih suaranya sama).

Di versi Bahasa Indonesia ini sang robot disebut “Voltus V” (dengan huruf “u”) sama dengan nama yang populer di jaman tahun 80an di Indonesia, tidak disebut dengan “Voltes V” (dengan huruf “e”) yang biasa ditulis pada versi terjemahan Bahasa Inggrisnya, bagus lah jadi terasa sama dengan kenangan saya masa lalu.

Tapi kalimat “Voltus V” itu kemudian dibaca menjadi “Voltus Five” oleh si penyulih suaranya, kenapa tidak dibaca jadi “Voltus Lima” saja ya? Sebab jaman dulu ada lagu dari versi “Sanggar Cerita” yang berjudul “Voltus Lima Sahabat Kita Semua,” tapi itu tidaklah menjadi masalah bagi saya, film kartun “Voltus Five” ini tetap enak ditonton.

Oya, nama-nama senjata yang dimiliki oleh masing-masing pesawat sebelum bersatu menjadi robot tetap disebutkan sesuai nama Jepangnya, juga senjata dari robot Voltus yang tetap disebut “Chain Knucle” untuk “Rantai Buku Jari (nama versi Indonesia ini sempat dikatakan Daijiro sebelum Kenichi mengeluarkan senjata ini)” atau “Tenkuken” untuk “Pedang Surga (sword of heaven)”

Aahh… kenangan indah masa kecil timbul kembali, saya tidak tahu apakah anak-anak jaman sekarang akan menyukai film kartun klasik ini, yang gambarnya masih model kuno digambar dengan tangan tanpa sentuhan grafis komputer, dengan tata suaranya yang masih sistem mono. Tidak seperti film kartun jaman sekarang yang penuh dengan efek-efek hebat dan gambar indah warna-warni hasil rekayasa komputer dengan tata suara stereo Dolby Surround.

Kalau mau baca ulasan lengkap mengenai Voltus V ada di blog tahun 80an disini:
http://lapanpuluhan.blogspot.com/2007/02/voltus-v-lets-volt-in.html

 

Update 28/04/2014:
Sorry semua link download saya hapus, melanggar hak cipta kata mbah Google. Kalau mau, cari saja di Google… (weleh). ;)